Shell adalah perusahaan energi dan petrokimia Franchise multinasional yang berbasis di Belanda dan Inggris. Nama lengkapnya adalah Shell plc, jadi dengan kantor pusat berada di London, Inggris.
Shell merupakan salah satu perusahaan minyak dan gas terbesar di dunia dan beroperasi di lebih dari 70 negara. Perusahaan ini bergerak di berbagai bidang energi, termasuk eksplorasi dan produksi minyak serta gas bumi, pengolahan bahan bakar, distribusi, pemasaran produk, hingga pengembangan energi terbarukan.
Shell memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak abad ke-19. Berikut adalah perkembangan Shell dari awal berdiri hingga saat ini:
Pada tahun 1833, jadi perusahaan ini berawal dari bisnis keluarga di Inggris yang dimiliki oleh Marcus Samuel. Awalnya, ia berdagang kerang laut (shell) dari Asia ke Eropa, yang kemudian menjadi inspirasi untuk nama perusahaan.
Seiring waktu, jadi bisnisnya berkembang ke perdagangan minyak tanah untuk lampu penerangan, yang saat itu sangat dibutuhkan.
Pada 1890, jadi perusahaan Belanda Royal Dutch Company mulai mengeksplorasi minyak di Sumatra, Indonesia.
Pada 1907, perusahaan Inggris Shell Transport and Trading Company bergabung dengan Royal Dutch Petroleum Company untuk membentuk Royal Dutch Shell Group.
Shell berkembang pesat dan menjadi salah satu perusahaan minyak terbesar di dunia, dengan operasi di berbagai negara.
Perusahaan ini berkontribusi besar dalam pengembangan bahan bakar untuk kendaraan bermotor dan pesawat terbang selama Perang Dunia.
Pada tahun 1930-an, Shell mulai beroperasi di Indonesia dan mendirikan kilang minyak serta SPBU. Setelah Perang Dunia II, jadi Shell terus berkembang dengan melakukan eksplorasi minyak di berbagai negara.
Pada 1970-an – 1990-an, Shell mengembangkan bisnis petrokimia, energi terbarukan, serta teknologi gas alam cair (LNG).
Pada 2005, struktur perusahaan disederhanakan menjadi Royal Dutch Shell plc dengan kantor pusat di Den Haag, Belanda.
Shell mulai fokus pada energi ramah lingkungan dan mulai mengembangkan biofuel, hidrogen, serta energi angin dan surya.
Pada 2021, jadi Shell memindahkan kantor pusatnya ke London, Inggris, dan mengubah namanya menjadi Shell plc.
Saat ini, Shell berkomitmen untuk mencapai net-zero emission pada tahun 2050 dengan mengembangkan energi terbarukan dan bahan bakar rendah karbon.
Shell telah lama hadir di Indonesia sejak zaman kolonial dan terus berkembang hingga kini. Perusahaan ini beroperasi di berbagai sektor energi, jadi termasuk bahan bakar, pelumas, dan petrokimia.
1. PT yang Menaungi Shell di Indonesia
2. PT Shell Indonesia
3. PT Shell Manufacturing Indonesia
4. PT Shell Lubricants Indonesia
5. PT Shell Upstream Indonesia
Peran Shell di Indonesia
Shell adalah salah satu perusahaan energi terbesar di dunia yang telah beroperasi selama lebih dari satu abad. Di Indonesia, Shell memiliki sejarah panjang sejak era kolonial dan kini aktif dalam bisnis SPBU, pelumas, dan energi industri. Dengan fokus pada inovasi dan keberlanjutan, Shell terus berupaya mengembangkan teknologi energi baru untuk masa depan yang lebih ramah lingkungan.
Menjadi mitra bisnis dengan Shell dalam industri SPBU menawarkan berbagai keuntungan. Berikut adalah beberapa keunggulan utama dari franchise SPBU Shell:
Shell adalah perusahaan energi multinasional yang memiliki reputasi kuat dan telah beroperasi lebih dari 100 tahun di berbagai negara.
Brand Shell sudah dikenal luas oleh konsumen, sehingga lebih mudah menarik pelanggan.
Shell menawarkan bahan bakar berkualitas dengan teknologi Dynaflex, yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi mesin dan mengurangi gesekan.
Produk unggulan seperti Shell Super, Shell V-Power, dan Shell Diesel memiliki formulasi khusus untuk meningkatkan performa kendaraan.
Mitra franchise mendapatkan bimbingan operasional, pelatihan manajemen SPBU, serta standar layanan pelanggan yang tinggi.
Shell menyediakan pelatihan bagi karyawan agar mereka dapat memberikan layanan berkualitas dan mengikuti prosedur operasional terbaik.
Shell memiliki sistem manajemen modern yang memudahkan pengelolaan stok bahan bakar, transaksi, serta pengawasan operasional.
Menggunakan teknologi digital dalam pemantauan dan analisis bisnis SPBU.
Shell menawarkan program loyalitas seperti Shell ClubSmart, yang memberikan berbagai keuntungan bagi pelanggan setia.
Shell juga sering mengadakan promosi, diskon, dan kerja sama dengan berbagai perusahaan untuk menarik lebih banyak pelanggan.
Dengan meningkatnya jumlah kendaraan bermotor di Indonesia, jadi kebutuhan akan bahan bakar terus meningkat.
Lokasi yang strategis dan manajemen yang baik dapat menghasilkan pendapatan yang stabil dan menguntungkan.
Mitra dapat mengembangkan bisnis tambahan seperti minimarket, kafe, bengkel, atau layanan cuci mobil di area SPBU untuk meningkatkan pendapatan.
Shell juga menawarkan konsep Shell Select, yaitu toko ritel yang menjual berbagai produk kebutuhan sehari-hari.
Shell berkomitmen terhadap energi yang lebih bersih dengan mengembangkan bahan bakar rendah emisi dan mendukung keberlanjutan lingkungan.
Dengan bermitra dengan Shell, Anda ikut serta dalam upaya menciptakan bisnis yang lebih ramah lingkungan.
Franchise SPBU Shell menawarkan banyak keuntungan, mulai dari dukungan merek global, bahan bakar berkualitas tinggi, hingga sistem manajemen yang profesional. Dengan adanya pelatihan, program pemasaran, dan peluang bisnis tambahan, Shell menjadi pilihan yang menarik bagi para pengusaha yang ingin terjun ke bisnis SPBU.
Meskipun memiliki banyak keunggulan, franchise SPBU Shell juga memiliki beberapa tantangan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan sebelum berinvestasi. Berikut adalah beberapa di antaranya:
Biaya investasi untuk membuka SPBU Shell cukup tinggi, berkisar antara Rp1,5 miliar hingga Rp7 miliar, tergantung jenis SPBU.
Selain modal awal, mitra juga harus menyiapkan dana tambahan untuk operasional dan pemeliharaan.
Untuk membuka SPBU, lahan yang diperlukan cukup luas, minimal 1.000 – 2.000 m², tergantung tipe SPBU.
Lokasi harus strategis dan memenuhi standar Shell, sehingga tidak semua lahan bisa digunakan.
Pasar bahan bakar di Indonesia didominasi oleh Pertamina, yang memiliki harga lebih kompetitif karena mendapatkan subsidi dari pemerintah.
Konsumen di Indonesia cenderung memilih SPBU berdasarkan harga, sehingga SPBU Shell harus menawarkan nilai tambah agar tetap menarik bagi pelanggan.
Mitra wajib membeli bahan bakar langsung dari Shell, sehingga tidak bisa mencari pemasok lain meskipun ada opsi yang lebih murah.
Jika terjadi gangguan pasokan dari Shell, operasional SPBU bisa terhambat.
Shell memiliki standar operasional yang tinggi, sehingga mitra harus mematuhi setiap aturan dan regulasi yang ditetapkan.
Pengelolaan SPBU harus sesuai dengan prosedur yang sudah ditentukan, yang bisa menjadi tantangan bagi pengusaha yang ingin lebih fleksibel.
Selain investasi awal, mitra harus mengalokasikan dana untuk biaya operasional seperti gaji karyawan, pemeliharaan fasilitas, dan pemasaran.
Biaya untuk perawatan peralatan dan teknologi Shell juga bisa cukup tinggi.
Perkiraan waktu pengembalian modal (ROI) berkisar antara 2 hingga 6 tahun, tergantung lokasi dan volume penjualan.
Jika lokasi tidak strategis atau persaingan tinggi, waktu balik modal bisa lebih lama.
Meskipun franchise SPBU Shell menawarkan banyak keuntungan, ada beberapa tantangan yang harus diperhitungkan, seperti modal besar, persaingan dengan Pertamina, serta standar operasional yang ketat.
Oleh karena itu, calon mitra harus melakukan riset dan perencanaan matang sebelum memutuskan untuk berinvestasi di bisnis ini.
Franchise Spbu Shell menawarkan beberapa jenis kemitraan bagi para pengusaha yang ingin bermitra dalam bisnis SPBU. Berikut adalah macam-macam kemitraan Shell:
Pemilik usaha (dealer) menyediakan lahan dan modal investasi sendiri, jadi dealer bertanggung jawab atas pembangunan, operasional, dan manajemen SPBU. Franchise Spbu Shell menyediakan pasokan bahan bakar, pelatihan, serta standar operasional dan merek dagang. Cocok bagi pengusaha yang ingin mengelola SPBU secara independen dengan dukungan Shell.
Franchise Spbu Shell menyediakan investasi dan membangun SPBU, jadi Mitra (dealer) bertanggung jawab atas pengelolaan operasional harian. Shell memastikan standar operasional dan pasokan bahan bakar tetap terjaga, jadi Cocok bagi mitra yang ingin mengelola bisnis tanpa harus mengeluarkan investasi besar untuk pembangunan SPBU.
Kemitraan ini ditujukan bagi perusahaan yang ingin mengelola armada kendaraan secara lebih efisien, jadi Shell menyediakan solusi pengisian bahan bakar berbasis kartu dan sistem manajemen bahan bakar. Memungkinkan perusahaan mengontrol konsumsi bahan bakar dan mengoptimalkan operasional armada.
Kemitraan ini memungkinkan mitra untuk membuka toko ritel di area SPBU Shell. Bisa berupa minimarket, kafe, atau layanan tambahan lainnya. Shell menyediakan konsep bisnis, jadi standar operasional, dan dukungan pemasaran. Cocok bagi mitra yang ingin mengembangkan bisnis ritel di lingkungan SPBU. Masing-masing jenis kemitraan memiliki kelebihan dan tantangan tersendiri. Jika tertarik, Anda bisa menghubungi Shell Indonesia melalui situs resminya untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
Berikut adalah daftar harga bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Shell per 1 Maret 2025:
Produk BBM | Harga per Liter |
---|---|
Shell Super (RON 92) | Rp13.590 |
Shell V-Power (RON 95) | Rp14.060 |
Shell V-Power Nitro+ (RON 98) | Rp14.240 |
Shell V-Power Diesel (CN 51) | Rp14.760 |
Catatan: Harga di atas berlaku untuk wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Untuk wilayah Jawa Timur, produk Shell V-Power Diesel dan Shell V-Power Nitro+ tidak tersedia.
Perubahan harga ini mencerminkan kenaikan dibanding bulan sebelumnya. Misalnya, harga Shell Super naik sebesar Rp240 per liter dari harga sebelumnya.
Harap diingat bahwa harga BBM dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan perusahaan dan kondisi pasar. Untuk informasi terkini, disarankan memeriksa langsung di situs resmi Shell atau SPBU terdekat.
Untuk membuka franchise SPBU Shell, jadi biaya investasi yang diperlukan bervariasi tergantung pada jenis SPBU yang dipilih. Berikut adalah tabel yang menjelaskan perkiraan biaya investasi berdasarkan jenis SPBU:
Jenis SPBU | Luas Lahan Minimal | Biaya Investasi | Kapasitas Penjualan Harian | Perkiraan Kendaraan per Hari |
---|---|---|---|---|
SPBU Modular Container | 1.000 m² | Rp1,5 – Rp2 miliar | 4 – 6 KL | Tidak Tersedia |
SPBU Konvensional | 1.200 – 2.000 m² | Rp5 – Rp7 miliar | 10 – 12 KL | 400 – 600 kendaraan |
Perkiraan waktu pengembalian modal untuk investasi ini adalah antara 2 hingga 6 tahun, tergantung pada faktor-faktor seperti lokasi SPBU, jenis bahan bakar yang dijual, dan potensi pendapatan dari bisnis tambahan di sekitar SPBU.
Sebelum memulai bisnis franchise SPBU Shell, jadi penting untuk memahami bagaimana menghitung Break Even Point (BEP) dan Return on Investment (ROI) agar dapat mengetahui kapan investasi bisa kembali dan mulai mendapatkan keuntungan.
Harga Biaya yang perlu dipertimbangkan untuk membeli franchise spbu shell meliputi:
Komponen Biaya | Perkiraan Biaya |
---|---|
Harga Biaya Investasi awal (pembangunan, izin, dll.) Franchise Spbu Shell | Rp1,5 – Rp7 miliar |
Harga Biaya operasional bulanan (gaji, listrik, perawatan) Franchise Spbu Shell | Rp100 – Rp300 juta |
Harga Biaya pembelian bahan bakar awal di Franchise Spbu Shell | Rp500 juta – Rp2 miliar |
Pemasaran dan promosi awal | Rp50 – Rp100 juta |
Total Harga Biaya estimasi investasi awal Franchise Spbu Shell : Rp2 – Rp10 miliar, tergantung pada jenis SPBU dan lokasi.
Pendapatan SPBU tergantung pada volume penjualan bahan bakar per hari dan margin keuntungan per liter.
Pendapatan = Jumlah Penjualan Harian (liter)×Harga Jual per Liter
Kategori | SPBU Modular | SPBU Konvensional |
---|---|---|
Kapasitas penjualan harian | 4.000 – 6.000 liter | 10.000 – 12.000 liter |
Harga jual per liter | Rp13.000 | Rp13.000 |
Omzet harian | Rp52 – Rp78 juta | Rp130 – Rp156 juta |
Omzet bulanan | Rp1,56 – Rp2,34 miliar | Rp3,9 – Rp4,68 miliar |
Catatan: Pendapatan ini belum memperhitungkan biaya operasional dan margin keuntungan per liter.
Break Even Point (BEP) adalah titik di mana total pendapatan sudah sama dengan total biaya yang dikeluarkan.
Contoh Perhitungan BEP untuk SPBU Konvensional:
Jika lokasi strategis dan penjualan meningkat, BEP bisa lebih cepat.
Return on Investment (ROI) mengukur persentase keuntungan dari investasi yang telah dilakukan.
Contoh Perhitungan ROI untuk SPBU Konvensional:
Dengan perhitungan ini, investasi bisa balik modal dalam 2 – 3 tahun, dan setelahnya mulai mendapatkan keuntungan bersih.
Dengan perencanaan yang matang, franchise SPBU Shell dapat menjadi investasi yang menguntungkan dalam jangka panjang.
Untuk mendaftar sebagai mitra franchise SPBU Shell, Anda perlu mengikuti beberapa langkah berikut:
Sebelum mendaftar, pastikan Anda memenuhi syarat berikut:
Memiliki harga biaya modal investasi sesuai jenis SPBU Franchise Shell yang dipilih (mulai dari Rp1,5 miliar – Rp7 miliar), jadi memiliki lahan dengan lokasi strategis sesuai kriteria Shell. Bersedia mengikuti sistem operasional dan standar kualitas Shell.
Kunjungi situs resmi Shell Indonesia: shell.co.id Buka halaman “Kemitraan SPBU Shell” atau “Dealer Owned Dealer Operated (DODO)”. Isi formulir pendaftaran dengan informasi lengkap, jadi termasuk data pribadi, detail keuangan, dan lokasi lahan.
Tim Shell akan meninjau aplikasi Anda dan melakukan analisis kelayakan bisnis. Jika lolos seleksi awal, Shell akan menghubungi Anda untuk proses lebih lanjut. Dilakukan survei lokasi untuk memastikan kesesuaian dengan standar Shell.
Jika disetujui, jadi Anda akan menandatangani perjanjian kerja sama. Shell menyediakan pelatihan operasional bagi pemilik dan staf SPBU.
SPBU akan dibangun sesuai standar Shell. Dilakukan uji coba operasional sebelum peluncuran resmi.
Setelah semua persiapan selesai, jadi SPBU bisa mulai beroperasi. Shell akan terus memberikan dukungan operasional dan pemasaran. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa menghubungi tim Shell melalui kontak resmi yang tersedia di situs web mereka.
Franchise SPBU Shell, jadi merupakan peluang bisnis yang menarik bagi pengusaha yang ingin berinvestasi di sektor energi dan bahan bakar. Dengan merek global yang kuat, jadi produk berkualitas, serta sistem manajemen profesional, Shell menawarkan banyak keuntungan bagi mitranya.
Keunggulan:
Tantangan & Kekurangan:
Apakah Franchise SPBU Shell Menguntungkan?
Dengan perhitungan yang matang, franchise SPBU Shell bisa menjadi bisnis yang menguntungkan dalam jangka panjang. Waktu balik modal berkisar 2 – 5 tahun, dan ROI dapat mencapai 30% – 50% per tahun. Namun, keberhasilan bisnis ini sangat bergantung pada lokasi, volume penjualan, dan efisiensi operasional.
Kesimpulannya, jika Anda memiliki modal yang cukup dan lokasi strategis, franchise SPBU Shell bisa menjadi peluang investasi yang menjanjikan!