Franchise Burger King merupakan salah satu peluang bisnis yang menarik di industri makanan cepat saji. Franchise ini memiliki brand yang telah dikenal secara global dan basis pelanggan yang kuat.
Sebagai salah satu pesaing utama di pasar burger, jadi Burger King menawarkan model bisnis waralaba yang telah terbukti sukses. Model bisnisnya didukung dengan sistem operasional yang terstandarisasi serta strategi pemasaran yang efektif.
Dengan konsep yang berfokus pada cita rasa khas, inovasi menu, dan pengalaman pelanggan, jadi franchise ini terus berkembang di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Melalui skema kemitraan yang terstruktur, jadi Burger King memberikan kesempatan bagi para pengusaha untuk memiliki dan mengelola restoran dengan potensi keuntungan yang menjanjikan.
Namun, sebelum memutuskan untuk berinvestasi, penting untuk memahami persyaratan, biaya, serta keuntungan dan tantangan yang menyertai bisnis waralaba ini.
Franchise Burger King adalah jaringan restoran cepat saji global yang terkenal dengan menu andalannya, jadi Whopper, serta berbagai varian burger, ayam goreng, kentang goreng, dan minuman.
Didirikan pada tahun 1954 di Miami, Florida, AS, jadi Franchise Burger King kini memiliki lebih dari 19.000 gerai di lebih dari 100 negara.
Mayoritas gerainya beroperasi dengan sistem waralaba (franchise), jadi di mana mitra bisnis mengelola restoran dengan standar operasional yang telah ditetapkan.
Dengan strategi pemasaran yang agresif dan inovasi produk yang terus berkembang, Burger King bersaing ketat dengan merek cepat saji lainnya seperti McDonald’s dan KFC.
Di Indonesia, Burger King dikelola oleh PT Sari Burger Indonesia, bagian dari PT MAP Boga Adiperkasa Tbk, anak perusahaan dari PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP Group), yang juga mengelola berbagai brand makanan dan minuman internasional lainnya.
Burger King didirikan oleh James McLamore dan David Edgerton pada tahun 1954 di Miami, Florida, dengan konsep restoran cepat saji yang menyajikan burger berkualitas dengan metode flame-grilled yang khas.
Pada tahun 1957, mereka meluncurkan menu Whopper, yang kemudian menjadi ikon dari Burger King dan tetap populer hingga saat ini.
Kesuksesan awal ini membuat Franchise Burger King berkembang pesat di seluruh Amerika Serikat dan mulai melakukan ekspansi ke berbagai negara.
Pada tahun 1967, jadi Burger King diakuisisi oleh Pillsbury Company, yang semakin mempercepat ekspansi globalnya.
Seiring waktu, kepemilikan perusahaan beberapa kali berpindah tangan, termasuk diakuisisi oleh 3G Capital pada tahun 2010, yang kemudian mengubah strategi bisnis dengan fokus lebih besar pada ekspansi franchise.
Pada tahun 2014, Franchise Burger King bergabung dengan jaringan kopi asal Kanada, Tim Hortons, untuk membentuk Restaurant Brands International (RBI), perusahaan induk yang juga menaungi Popeyes dan Firehouse Subs.
Hingga kini, Burger King terus berkembang dan memperkuat posisinya di industri makanan cepat saji.
Franchise Burger King menawarkan peluang bisnis waralaba bagi investor yang ingin mengelola restoran di bawah brand yang sudah dikenal luas.
Sistem franchise ini mengharuskan mitra bisnis untuk membayar biaya franchise sebesar $50.000 (sekitar Rp775 juta) dan melakukan investasi awal yang berkisar antara $1 juta hingga $3 juta (Rp15,5 miliar – Rp46,5 miliar), tergantung pada lokasi dan ukuran restoran.
Selain itu, mitra juga diwajibkan membayar royalti sebesar 4,5% dari pendapatan kotor serta marketing fee sebesar 4% dari pendapatan kotor.
Salah satu keuntungan dari franchise Burger King adalah dukungan penuh dari perusahaan dalam hal pelatihan, pemasaran, jadi serta sistem operasional yang telah teruji.
Dengan brand yang kuat dan produk yang memiliki daya saing tinggi, jadi Burger King menawarkan peluang bisnis yang menjanjikan bagi calon investor.
Di Indonesia, sistem franchise ini dikelola oleh PT Sari Burger Indonesia, jadi sehingga calon mitra harus bekerja sama dengan perusahaan tersebut atau mengikuti skema kemitraan yang telah ditetapkan.
Memilih Franchise Burger King sebagai bisnis waralaba menawarkan berbagai keuntungan bagi para investor yang ingin terjun ke industri makanan cepat saji.
Dengan pengalaman puluhan tahun dan jaringan restoran yang luas, jadi Burger King telah membangun reputasi kuat sebagai merek yang dipercaya oleh konsumen di seluruh dunia.
Selain itu, sistem franchise yang telah teruji memberikan kemudahan dalam operasional serta dukungan penuh dari perusahaan induk. Berikut adalah beberapa keunggulan utama dari franchise Burger King yang membuatnya menjadi pilihan menarik bagi para pebisnis.
Franchise Burger King merupakan salah satu merek makanan cepat saji terbesar di dunia dengan lebih dari 19.000 gerai di lebih dari 100 negara.
Keberadaannya yang luas dan citra merek yang kuat menjadikan Burger King sebagai salah satu pemain utama dalam industri makanan cepat saji.
Konsumen sudah mengenal dan mempercayai produk-produk Burger King, sehingga mitra franchise tidak perlu membangun brand dari nol.
Ini memberikan keuntungan besar dalam hal pemasaran, karena restoran baru dapat langsung menarik pelanggan tanpa perlu investasi besar dalam branding.
Salah satu keunggulan utama Burger King adalah produk-produknya yang berkualitas tinggi dan memiliki cita rasa khas. Teknik flame-grilled yang digunakan dalam memasak burger memberikan aroma dan rasa yang berbeda dari pesaingnya.
Selain itu, Burger King juga terus berinovasi dengan menu yang disesuaikan dengan tren pasar dan preferensi pelanggan di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Franchise Burger King memiliki sistem operasional yang telah teruji dan terdokumentasi dengan baik, sehingga memudahkan mitra franchise dalam menjalankan bisnis mereka.
Mulai dari proses perekrutan karyawan, pelatihan, hingga standar penyajian makanan, semuanya telah diatur dalam pedoman yang jelas.
Hal ini memastikan bahwa setiap gerai Franchise Burger King, baik yang dimiliki oleh perusahaan maupun mitra franchise, dapat memberikan pengalaman yang sama kepada pelanggan.
Sebagai bagian dari jaringan Franchise Burger King, jadi mitra franchise mendapatkan dukungan penuh dari perusahaan induk dalam berbagai aspek bisnis.
Dukungan ini mencakup pelatihan awal bagi pemilik dan karyawan, jadi pendampingan dalam proses pembukaan restoran, serta bimbingan dalam pengelolaan bisnis sehari-hari.
Dengan adanya pelatihan ini, jadi mitra franchise dapat lebih siap dalam menghadapi tantangan operasional dan memastikan bahwa standar perusahaan tetap terjaga.
Industri makanan cepat saji merupakan salah satu sektor bisnis yang terus berkembang, terutama dengan meningkatnya gaya hidup modern yang mendorong konsumsi makanan cepat saji.
Franchise Burger King, jadi dengan brand yang kuat dan produk yang telah terbukti disukai pelanggan, menawarkan potensi keuntungan yang menarik bagi para investor.
Dengan sistem franchise yang telah matang, jadi mitra bisnis dapat memperoleh pengembalian investasi dalam jangka waktu yang relatif cepat.
Franchise Burger King menawarkan beberapa model bisnis yang fleksibel sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial mitra franchise.
Calon investor dapat memilih antara standalone restaurant (gerai mandiri), inline store (di dalam pusat perbelanjaan), drive-thru, hingga food court outlet.
Dengan adanya berbagai pilihan ini, jadi mitra dapat menyesuaikan investasi mereka berdasarkan target pasar dan lokasi yang strategis.
Salah satu faktor yang membuat Burger King tetap relevan di industri makanan cepat saji adalah kemampuannya dalam berinovasi.
Perusahaan secara rutin memperbarui menu mereka dengan varian produk baru yang disesuaikan dengan tren pasar dan selera konsumen.
Di Indonesia, misalnya, Franchise Burger King telah menyesuaikan beberapa menu dengan cita rasa lokal, seperti Whopper Rendang yang sempat viral.
Burger King menghadirkan berbagai pilihan menu lezat dengan harga yang terjangkau. Dari ayam crispy yang renyah, burger yang menggugah selera, hingga kentang goreng yang gurih, semua tersedia untuk memanjakan lidah Anda.
Berikut adalah daftar menu lengkap beserta harganya:
No | Menu | Harga (Rp) |
1 | 1 Pc Crispy Chicken | 16.499 |
2 | 1 Pc Spicy Chicken | 16.499 |
3 | Cheesy Fries Medium | 16.499 |
4 | Large Fries | 16.499 |
5 | Chick’n Crunch | 16.500 |
6 | Choco Pie | 16.499 |
7 | King Fusion Cookies ‘n Cream | 16.499 |
8 | Iced Coffee | 16.499 |
9 | Mushroom Fries | 16.499 |
10 | 1 Ayam Crispy + Nasi | 19.700 |
11 | 1 Ayam Spicy + Nasi | 19.700 |
12 | 1 Ayam Sweet Chili + Nasi | 23.000 |
13 | Mushroom Beef Burger | 25.000 |
14 | Mushroom Chicken Burger | 25.000 |
15 | Cheese Whopper® Jr | 23.000 |
16 | Chicken Burger | 19.700 |
17 | Beef Burger | 19.700 |
18 | Chicken Cheese Burger | 23.000 |
19 | Cheeseburger | 23.000 |
20 | BBQ Beef Burger | 23.000 |
21 | Cheesy Beef Burger | 23.000 |
22 | Ayam Crispy + Fries Regular | 23.000 |
23 | Ayam Spicy + Coke Regular | 23.000 |
24 | Medium Fries + Dipping Sauce | 22.000 |
25 | Milo Float + Fries Regular | 23.000 |
26 | Milo Dinosaur + Milo Cookies ‘n Cream | 23.000 |
27 | Fusion Kitkat® | 19.700 |
28 | 2 Pc Ayam Crispy | 24.000 |
29 | 1 Ayam Crispy + 1 New Spicy Ayam | 24.000 |
30 | Chicken Burger + Ayam Crispy | 28.001 |
31 | 2 Chicken Burger | 29.000 |
Burger King adalah salah satu waralaba makanan cepat saji terbesar di dunia yang menawarkan peluang bisnis bagi para investor.
Untuk membuka franchise Burger King di Indonesia, calon mitra harus menyiapkan berbagai biaya, termasuk biaya waralaba awal, royalti, dan investasi lainnya. Berikut adalah rincian biaya yang diperlukan untuk membuka franchise Burger King:
No. | Jenis Biaya | Kisaran Biaya |
1 | Harga Biaya Waralaba Awal Franchise Burger King | 800.000.000 |
2 | Harga Biaya Royalti Franchise Burger King | 4,5% dari pendapatan kotor |
3 | Harga Biaya Pemasaran Franchise Burger King | 4% dari pendapatan kotor |
4 | Investasi Awal (Properti, Peralatan, Renovasi) | Rp28.800.000.000 – Rp52.800.000.000 |
5 | Modal Kerja | Rp800.000.000 – Rp4.000.000.000 |
Dengan mempertimbangkan semua aspek investasi, total biaya yang dibutuhkan untuk membuka franchise Burger King di Indonesia harga nya berkisar antara Rp30.400.000.000 hingga Rp58.400.000.000.
Biaya ini dapat bervariasi tergantung pada lokasi, ukuran restoran, dan kebijakan tambahan dari Franchise Burger King.
Memiliki franchise Burger King bisa menjadi peluang bisnis yang menguntungkan, tetapi ada beberapa tahapan yang harus dilalui untuk mendapatkannya, jadi calon mitra harus memenuhi persyaratan tertentu dan mengikuti prosedur pendaftaran yang ditetapkan oleh Burger King.
Berikut ini adalah persyaratan serta langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mendaftar sebagai franchisee Burger King di Indonesia.
Sebelum mendaftar, calon franchisee harus memenuhi beberapa persyaratan berikut:
Setelah memastikan bahwa semua persyaratan telah terpenuhi, calon franchisee dapat mengikuti tahapan pendaftaran berikut untuk mendapatkan izin waralaba dari Burger King.
Langkah pertama adalah mengisi dan mengajukan formulir aplikasi franchise yang tersedia di situs resmi Franchise Burger King atau melalui kontak yang telah ditentukan. Formulir ini berisi informasi tentang calon franchisee, jadi termasuk data pribadi, pengalaman bisnis, serta rencana investasi.
Setelah formulir dikirimkan, jadi tim Franchise Burger King akan melakukan evaluasi terhadap kelayakan calon franchisee.
Jika dianggap memenuhi kriteria awal, calon mitra akan diundang untuk wawancara guna membahas lebih lanjut mengenai kesiapan finansial, pengalaman bisnis, dan strategi operasional.
Franchisee yang lolos tahap wawancara akan di minta untuk menyusun dan mempresentasikan rencana bisnis mereka.
Rencana ini harus mencakup lokasi yang di usulkan, jadi strategi pemasaran, proyeksi keuangan, serta rencana operasional untuk menjalankan restoran Burger King.
Jika rencana bisnis di setujui, jadi tim Franchise Burger King akan melakukan survei terhadap lokasi yang di ajukan. Lokasi ini harus memenuhi standar yang telah di tetapkan oleh Burger King agar dapat di terima sebagai tempat operasional restoran.
Setelah lokasi di setujui, jadi calon franchisee akan di berikan draft perjanjian waralaba. Kontrak ini mencakup hak dan kewajiban franchisee, jadi biaya waralaba, serta standar operasional yang harus di patuhi. Jika semua pihak setuju, kontrak resmi di tandatangani.
Sebelum restoran di buka, franchisee dan tim manajemen harus menjalani pelatihan intensif yang di berikan oleh Kemitraan Burger King.
Pelatihan ini mencakup aspek operasional, manajemen restoran, kontrol kualitas, serta layanan pelanggan agar restoran berjalan sesuai standar Burger King.
Setelah pelatihan selesai, jadi proses pembangunan restoran di mulai sesuai dengan desain dan standar Kemitraan Burger King. Setelah semuanya siap, di lakukan grand opening dengan dukungan dari tim pusat untuk memastikan kelancaran operasional awal.
Menjadi mitra franchise Burger King adalah peluang bisnis yang menjanjikan, terutama bagi mereka yang memiliki modal dan pengalaman di industri F&B.
Dengan brand yang sudah di kenal luas serta sistem operasional yang teruji, jadi franchisee akan mendapatkan berbagai keuntungan dalam menjalankan bisnis ini. Namun, sebelum memulai, penting untuk memahami biaya investasi, persyaratan, serta tahapan pendaftarannya.
Untuk informasi lebih lengkap dan terbaru, jadi Anda bisa mengunjungi situs resmi Burger King di www.bk.com atau mengikuti akun Instagram mereka di @burgerking.id. Saat mendaftar, jadi Anda bisa mendapatkan proposal pdf franchise nya dan bisa melihat harga biaya nya.